);

Lacureindonesia.com – Didapuk sebagai juru selamat bagi kulit yang sedang rusak-rusaknya, kedua jenis masker ini sangat populer di antara beauty enthusiast. Cara pakainya pun mudah, praktis, dan tidak ribet. Tapi. Jangan salah. Ada perbedaan mud mask dan clay mask yang perlu Anda tahu agar tidak salah pakai.

Ini penting karena meski sekilas sama, kedua jenis masker ini diformulasikan untuk jenis kulit dan kebutuhan berbeda. Jika salah pakai, jangankan kulit sembuh. Bisa-bisa, timbul bruntusan atau iritasi yang menyebalkan.

Tentunya, Anda tidak mau itu terjadi, bukan? Maka simak paparan berikut.

Perbedaan Mud Mask dan Clay Mask #1  Kegunaan

Meski mud mask dan clay mask sama-sama berwarna gelap dan dioleskan ke wajah, kegunaannya jauh berbeda.

Mud mask punya efek hydrating, memberikan kelembapan tambahan bagi kulit yang lelah. Selain itu, kandungannya juga bisa “memijat” pembuluh darah di kulit wajah agar sirkulasi darah semakin lancar. Hasilnya, adalah wajah yang lebih lembap, mulus, cerah merona, dan tampak rileks.

Sebaliknya, clay mask lebih ampuh sebagai exfoliator. Anda yang membutuhkan detoksifikasi kulit mingguan akan sangat berterima kasih pada clay mask. Si masker tanah liat ini akan mempurifikasi kulit dari luar, menyingkirkan residu minyak dan sebum, juga mengencangkan kulit. Penyebab keriput, jauh-jauh, deh!

Perbedaan Mud Mask dan Clay Mask #2 Tekstur dan Warna

Mud mask lebih encer daripada clay mask. Ini karena mud mask adalah jenis masker water based, dan karenanya sangat cepat meresap ke dalam pori-pori kulit dengan kandungan bahan aktifnya. Mineral mud mask diformulasikan untuk memberi kelembapan tambahan. Sehingga, ketika dipakai, mud mask juga lebih cepat kering.

Clay mask yang lebih kental, berbeda. Karena sifatnya yang mengencangkan, clay mask butuh waktu sedikit lama untuk kering di wajah. Warnanya pun lebih gelap dan menutupi wajah dengan sempurna. Selain itu, ada rasa kesat atau ketat sesaat setelah memakai clay mask; tanda bahan aktif clay mask telah menggerus residu sebum dan minyak yang berpotensi menjadi jerawat di kulit Anda.

Perbedaan Mud Mask dan Clay Mask #3 Jenis Kulit

Sekarang, mana di antara keduanya yang paling cocok bagi kulit Anda?

Sebenarnya, keduanya bisa untuk semua jenis kulit. Asal Anda perhatikan saran penggunaan. Clay mask lebih cocok untuk kulit kombinasi atau berminyak karena bisa menggerus kotoran sampai ke inti pori-pori.

Meski begitu, Anda yang memiliki kulit kering juga bisa menggunakan clay mask dengan catatan asal maksimal 10 hari sekali. Atau pada hari-hari ketika sebum sedang banyak menumpuk di kulit Anda sampai menimbulkan rasa tidak nyaman. Jangan lupa, gunakan pelembap hydrating setelahnya, ya!

Secara umum, mud mask lebih bersahabat bagi pemilik kulit kering dan sensitif. Encer, melembapkan, dan bisa mengusir bakteri penyebab masalah kulit.

Perbedaan Mud Mask dan Clay Mask #4 Bahan

Secara umum, keduanya punya bahan yang sama. Hanya, intensitas dan kekentalannya lah yang berbeda, untuk menjawab kebutuhan kulit yang berbeda pula.

Tergantung di mana Anda membeli masker Anda, clay mask dan mud mask memuat banyak manfaat dari mineral lempung alami yang digabungkan dengan bahan-bahan terbaik dari alam seperti thermal water, grape seed oil, dan aloe vera.

La Cure juga punya produk clay mask yang paling ampuh untuk mempurifikasi masalah kulit. Terbuat dari green clay asli dari dataran Perancis yang masih murni dari polusi, digabungkan dengan kebaikan antioksidan dari thermal water dan minyak biji zaitun, jadilah Clay Exfoliating Mask yang siap membereskan semua masalah kulit Anda.

Yuk, rayakan cantik Anda bersama La Cure!