Lacureindonesia.comMusim kemarau panjang membawa terik matahari hingga setengah tahun lebih. Itu berarti, temperatur naik dan udara pun terasa panas. Yang patut diwaspadai adalah dampaknya pada kulit Anda. Ada 4 masalah kulit yang rentan muncul saat kemarau dan perlu diwaspadai. Bagaimana cara mengatasinya?

Masalah Kulit Saat Kemarau #1: Kulit Kering

Gempuran sinar matahari yang terus-terusan bisa membuat kulit semakin kering. Apalagi bagi Anda yang memang memiliki kulit kering atau sensitif. Tanpa disadari, jika tidak diiringi perawatan khusus kulit akan tahu-tahu mengelupas dan terasa sakit saat digerakkan.

Jika kulit terlanjur kering yang sakit, Anda harus melakukan penanggulangan cepat. Pilihlah krim pelembap yang bersifat dingin dengan kandungan bahan alami seperti lidah buaya, kelopak mawar,  atau thermal water. Kemudian, biasakan untuk selalu menggunakan sunscreen sebelum pergi ke mana-mana.

Agar makin cepat sembuh, Anda juga boleh mempertimbangkan memakai topi atau pelindung kulit lainnya ketika bepergian.

Sementara itu, iringi perbaikan kulit Anda dengan konsumsi dari dalam. Biasakan untuk meminum cukup air, membiasakan diri untuk memakan buah-buahan,  dan mandi menggunakan air netral atau dingin dengan durasi pendek. Karena mandi yang terlalu lama justru akan membuat kulit semakin kering.

Masalah Kulit Saat Kemarau #2: Mudah Berkeringat

Anda yang menggunakan riasan saat pergi ke kantor setiap hari bisa pusing tujuh keliling karena ini. Karena, keringat yang muncul terus-terusan membuat lapisan bedak menggumpal, dan wajah terasa berat dan berlepotan. Selain itu, keringat yang dibiarkan juga termasuk salah satu penyebab utama komedo dan jerawat karena akan menutupi pori-pori sebum.

Untuk mengatasinya, Anda harus melakukan sedikit disiplin makanan. Hindari memakan makanan berlemak, pedas-pedas, atau beraroma kuat karena akan menggenjot produksi keringat dengan aroma kuat.

Selain itu, setelah mencuci muka, oleskan es batu secara merata ke seluruh wajah Anda sebelum membaurkan pelembap. Dengan begitu, pori-pori mengecil, dan dingin akan terkunci di wajah Anda; menciptakan tampilan makeup yang flawless seharian.

Masalah Kulit Saat Kemarau #3: Ruam dan Gatal-Gatal

Ruam dan gatal bisa jadi adalah masalah kulit yang terjadi karena iritasi atau jamur. Udara musim panas yang penuh debu dan bakteri sangat rentan menempel di kulit kita. Ketika bersatu dengan keringat, hasilnya adalah ruam dan gatal yang tak jarang meninggalkan bekas kemerahan.

Untuk bekas luka kemerahan yang parah dan bernanah, Anda harus berkonsultasi ke dokter sebelum semakin parah. Tetapi jika kadar lukanya masih bisa diatasi, pertimbangkan untuk membubuhkan gel lidah buaya setiap malam sebelum tidur. Jangan mencuci muka dengan menggosoknya kasar-kasar karena bisa makin memperparah lukanya.

Masalah Kulit Saat Kemarau #4: Sunburn

Sunburn bisa terjadi kalau kulit kita sensitive atau tidak terbiasa dengan terik matahari. Tanda-tandanya, kulit akan menggelap dan mengalami rasa perih yang menyakitkan sampai sakit ketika digerakkan. Jika dibiarkan, sunburn bisa berubah menjadi kanker kulit yang membahayakan dalam jangka panjang .

Untuk mencegahnya, balurkan sunscreen di sekujur tubuh dan wajah Anda saat matahari sedang ganas-ganasnya. Pakai topi, dan kenakan pakaian tertutup dengan bahan yang nyaman. Jika sunburn terlanjur tejadi, kompres bagian yang melepuh dengan air dingin, atau gel lidah buaya yang sudah dimasukkan ke lemari es sebelumnya.

Lindungi dari terik matahari, dan perbanyak minum air putih karena dehidrasi bisa menyumbang lapisan kulit yang makin panas dan kering.

Semoga, trik di atas membantu Anda mengatasi terik matahari musim kemarau yang membahayakan. Jangan lupakan cantik Anda bersama La Cure Beaute.