);

LaCure Beaute Indonesia —¬†Kunci dari kulit wajah yang sehat dan cerah adalah vitamin C yang cukup. Karenanya, para ilmuwan dan ahli kecantikan pun berlomba menemukan zat dari alam yang mengandung vitamin C tertinggi dan bisa diterima dengan baik oleh tubuh. Mulai dari tomat hingga stroberi, belakangan ini nama buah camu camu muncul sebagai super berry dengan kandungan vitamin C paling tinggi.

Camu-camu, atau Myrciaria dubia, adalah berry dengan rasa yang asam. Secara fisik, warnanya mirip dengan ceri. Camu-camu berasal dari hutan hujan Amazon, tetapi belakangan mendulang popularitas di seluruh dunia karena mengandung banyak manfaat kesehatan.

Camu camu juga sedikit memiliki rasa pedas. Oleh sebab itu, camu-camu sering ditemui dalam bentuk suplemen sebagai bubuk, pil, atau sebagai jus. Camu-camu dianggap sebagai buah super. Alasannya, ia tinggi nutrisi tertentu dan kaya akan senyawa tanaman, termasuk vitamin C.

Tinggi Vitamin C

Camu-camu kaya akan vitamin C. Vitamin C berperan penting dalam tubuh. Misalnya, memperkuat sistem kekebalan tubuh dan pembentukan kolagen, protein yang mendukung kulit, tulang, dan otot.

Terlebih lagi, vitamin C bertindak sebagai antioksidan kuat, melindungi sel-sel dari molekul tidak stabil yang disebut radikal bebas. Meskipun radikal bebas adalah efek samping dari seluler, tetapi ia bisa muncul akibat stres, pola makan yang buruk, dan paparan polusi.

Ketika radikal bebas melebihi jumlah antioksidan dalam tubuh, muncul kondisi stres oksidatif, yang telah dikaitkan dengan kondisi kronis seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker.

Konsumsi makanan yang kaya antioksidan seperti vitamin C dapat membantu mencegah stres oksidatif dan memerangi kerusakan akibat radikal bebas. Camu-camu diperkirakan mengandung hingga 3 gram vitamin C per 3,5 ons (100 gram) buah.

Sayang, rasanya asam sehingga jarang langsung dikonsumsi. Umumnya, dijual dalam rupa bubuk. Meski demikian, bentuk bubuk camu-camu tidak memiliki kadar air sehingga kandungan vitamin C lebih tinggi dibanding versi buah mentahnya.
Menurut label nutrisi produk, bubuk camu-camu dapat memberikan hingga 750% dari Reference Daily Intake (RDI) vitamin C per sendok teh (5 gram). Perlu diingat, tingkat vitamin C dalam produk camu camu dapat bervariasi tergantung pada, misalnya, di mana buah itu ditanam.

 

Kaya akan antioksidan

Camu camu memiliki kandungan antioksidan yang mengesankan karena mengandung vitamin C bersama dengan banyak senyawa kuat lainnya seperti antioksidan flavonoid, termasuk anthocyanin dan ellagic acid.

Antioksidan adalah zat yang melindungi sel-sel dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Kelebihan radikal bebas dalam tubuh dapat menyebabkan kondisi kronis seperti penyakit jantung dan kanker seiring waktu.

Kandungan antioksidan yang tinggi dari camu-camu khususnya dapat bermanfaat bagi mereka yang merokok, karena merokok menciptakan jumlah radikal bebas yang berlebihan, yang menyebabkan stres oksidatif.

Penelitian selama 1 minggu pada 20 perokok pria, mereka yang minum 0,3 cangkir (70 ml) jus camu camu yang mengandung 1.050 mg vitamin C setiap hari secara signifikan menurunkan stres oksidatif dan penanda inflamasi seperti C-reactive protein (CRP).

Selain itu, tidak ada perubahan pada penanda ini pada kelompok plasebo yang menerima tablet vitamin C. Ini menunjukkan bahwa kombinasi antioksidan lain dari camu camu berry memiliki efek antioksidan yang lebih kuat daripada vitamin C saja.

Melawan peradangan

Camu camu efektif mengurangi peradangan di tubuh. Peradangan kronis berdampak negatif terhadap kesehatan sel-sel dan telah dikaitkan dengan kondisi seperti kanker, penyakit jantung, dan penyakit autoimun.
Bubur buah camu camu mengandung asam ellagic, antioksidan yang telah terbukti menghambat enzim aldose reductase yang memicu peradangan.

Sebuah studi pada pria yang merokok menemukan bahwa minum 0,3 cangkir (70 ml) jus camu camu yang mengandung 1.050 mg vitamin C selama seminggu secara signifikan mengurangi penanda inflamasi interleukin (IL-6) dan protein C-reaktif sensitif tinggi (hsCRP).

Efek yang sama tidak terlihat pada kelompok kontrol yang menggunakan tablet dengan jumlah vitamin C yang sama. Ini menunjukkan bahwa ada kombinasi komponen yang bermanfaat dalam camu camu yang membantu tubuh melawan peradangan.

Biji buah camu camu mengandung senyawa anti-inflamasi yang kuat juga, dan sebuah studi tikus menemukan bahwa ekstrak dari biji menekan peradangan. Meskipun hasil ini menjanjikan, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk lebih memahami potensi manfaat anti-inflamasi dari camu camu.