LacureIndonesia –  Jerawat memang sangat mengganggu penampilan pria dan wanita. Dan ternyata, ada ada banyak jenis jerawat yang berbeda-beda, lho!

 

 

Jenis Jerawat

 

  1. Papula

Papula biasanya muncul dalam bentuk benjolan kecil berwarna merah pada kulit. Benjolan ini biasanya berkelompok dan bisa sangat menyakitkan. Papula bisa diobati dengan obat-obatan seperti antibiotik atau perawatan topikal seperti tretinoin. Retinol juga bisa dipakai untuk mengatasi papula.

 

  1. Jerawat kistik

Jerawat jenis ini biasanya terjadi jauh di bawah permukaan kulit dan sangat menyakitkan. Jerawat ini terjadi ketika pori-pori tersumbat minyak dan sel-sel kulit mati, tapi infeksi itu masuk lebih dalam ke kulit, menghasilkan benjolan merah yang lebih besar dan terisi oleh cairan.

Jerawat kistik biasanya hasil dari perubahan hormon. Inilah yang menjadi faktor jerawat jenis ini sering terjadi pada remaja, meskipun dapat terjadi pada orang-orang dari segala usia. Untuk mengatasinya, lebih baik berkonsultasi pada dokter untuk menemukan pengobatan yang sesuai.

Biasanya kombinasi antibiotik dan perawatan topikal dengan resep dokter bekerja dengan sangat baik. Jerawat jenis ini juga bisa diobat dengan isotretinoin.

 

Baca juga: Ternyata Inilah 6 Manfaat Utama Menggunakan Masker Wajah

 

  1. Jerawat fulminans

Jenis jerawat ini merupakan bentuk langka jerawat kistik yang parah, dan sering terjadi pada remaja laki-laki. Jerawat ini ditandai oleh nodul dengan radang yang parah dan plak dengan luka terbuka yang melibatkan dada, punggung, dan wajah.

Ada juga tanda-tanda sistemik, seperti demam, jumlah sel darah putih yang meningkat, nyeri sendi, keterlibatan tulang, dan nyeri otot. Untuk mengobati jerawat ini seringkali dibutuhkan steroid sistemik oral, isotretinoin, dan obat sistemik lainnya.

 

  1. Jerawat mechanica

Jerawat ini terjadi sebagai akibat dari panas dan gesekan. Selain itu, tekanan terhadap kulit, pemakaian perlengkapan olahraga atau pakaian olahraga basah, yang memicu peningkatan iritasi, dan kelebihan minyak juga dapat menyebabkan jerawat jenis ini.

Jenis ini sering disebut “sports-induced acne” karena sering terjadi pada atlet. Untuk mencegah jerawat mechanica, segera mandi usai berolahraga atau berkeringat.

Disarankan agar tidak memakai topi untuk waktu yang lama dan tidak memakai pakaian yang terlalu ketat. Atau, beralih dari bahan sintetis ke kain yang memudahkan kulit untuk bernapas, seperti katun. Membasuh wajah dengan produk berbasis peroksida benzoyl dan asam glikolat agar dapat melakukan exfoiliate dan mencegah jerawat sebelum mereka mulai muncul.

Selain itu, meminta saran dari dokter kulit juga membantu kita untuk menemukan resep obat yang tepat untuk menghilangkan sel kulit mati yang berlebihan dan bakteri.

 

Baca juga: 7 Cara Ampuh Untuk Mencegah Penuaan Dini Pada Wajah

 

  1. Nodul

Jerawat nodul adalah bentuk lain dari jerawat yang membutuhkan bantuan dokter kulit. Jerawat nodular bisa bertahan selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan jika tak ada perawatan yang tepat.

Tidak seperti jerawat kistik, jerawat ini memiliki warna yang mungkin sama dengan kulit atau berubah menjadi merah saat mengalami peradangan. Untuk pengobatan, gunakan antibiotik dan perawatan topikal yang diresepkan oleh dokter kulit.

 

  1. Jerawat di zona T

Salah satu jenis jerawat yang lebih umum dan cenderung muncul di dahi, hidung, dagu dalam formasi bentuk T. Jerawat ini biasanya disebabkan oleh polusi dan seringkali menghasilkan jerawat merah dan whitehead.

Whitehead biasanya ditemukan di area t-zone dan dapat dibasmi dengan produk yang mengandung asam salisilat, benzoyl peroxide, dan retinoid.

 

  1. Jerawat hormonal

Jerawat ini muncul karena kelebihan minyak yang dihasilkan hormon, menyebabkan penumpukan, pori-pori tersumbat, hingga menimbulkan jerawat. Pil kontrasepsi yang biasa dikonsumsi wanita juga bisa menimbulkan jerawat.

Pilihlah pil kontrasepsi yang menyeimbangkan kadar hormon sehingga mampu membersihkan kulit. Sebagai alternatif, bisa menggunakan co-cyprindiol untuk perawatan hormonal yang dapat digunakan membasmi jerawat yang lebih parah, yang tak mempan dengan antibiotik.

 

Baca juga: Inilah 6 Manfaat Utama Wortel untuk Kecantikan Kulit Wajah

 

  1. Pustula

Pustula adalah benjolan yang berisi cairan atau nanah pada kulit yang merupakan hasil dari infeksi bakteri di pori-pori. Tingkat keparahan jerawat pustula sangat bervariasi tergantung pada berapa banyak dan seberapa cepat jerawat terbentuk. Pustula yang berukuran lebih kecil akan berkurang secara alami dan dapat diobati dengan produk yang mengandung asam salisilat.

 

  1. Whitehead

Whitehead adalah jenis jerawat yang mudah dikenal. Jerawat jenis ini terjadi ketika lapisan tipis kulit menutupi pori-pori dengan sel kulit mati atau kotoran, menciptakan gumpalan bulat putih pada kulit. Jerawat jenis ini dapat disebabkan oleh berbagai jenis faktor. Tapi yang paling umum disebabkan oleh minyak, sel kulit mati, dan perubahan hormonal.

Jangan pernah mencoba menyingkirkan jerawat ini dengan memencetnya, karena itu akan menyebarkan bakteri penyebab jerawat, dan menimbulkan jaringan parut. Cara terbaik untuk mengatasi whitehead adalah menjaga area di sekitarnya bebas dari bakteri dan sel kulit mati.

Rata-rata whitehead secara alami hilang dalam waktu sekitar satu minggu. Tapi, jika jerawat ini tak segera hilang, segera cuci wajah di pagi dan malam hari dengan pembersih wajah yang mengandung salisilat dan asam glikolat.

 

  1. Blackhead

Sama seperti whitehead, komedo disebabkan oleh pori-pori tersumbat dan produksi minyak berlebih karena perubahan hormon. Whitehead terjadi karena pori-pori tertutup lapisan kulit sehingga menimbulkan komedo yang dibiarkan terbuka dan terkena udara. Inilah yang membuatnya berwarna gelap. Untuk mengatasinya, lakukan ekstraksi demi menghilangkan komedo yang menyumbat pori-pori.

Ini harus diserahkan kepada para profesional perawatan kulit dan dokter kulit yang terlatih untuk menghindari penyebaran bakteri. Gunakan retinol yang dijual bebas, atau obat dengan efek yang lebih kuat, seperti retinoid. Retinoid akan membantu mendorong pergantian sel dan mencegah pori-pori tersumbat karena sel-sel kulit mati dan minyak.

 

 

 

krim pelembab dan anti aging anti penuaan