Lacureindonesia.com – Simpang siur tentang penggunaan sunscreen seperti tidak ada habisnya. Ada yang bilang, sunscreen tidak dibutuhkan bagi kulit wanita Indonesia yang sudah bisa menangkal sinar matahari alamiah. Tapi ada juga yang bilang, tidak memakai sunscreen akan membuat kulit kita lebih cepat keriput. Itu cuma dua dari begitu banyak mitos sunscreen yang beredar.

Sebenarnya, apa saja mitos sunscreen dan faktanya menurut para ahli? Simak saja ulasan berikut.

Mitos Sunscreen #1 Bisa Membuat Kulit Jerawatan

Beberapa orang menghindari sunscreen karena takut menimbulkan jerawat. Benarkah?

Jawabannya: belum tentu. Jika kulit Anda langsung jerawatan begitu memakai sunscreen, bisa jadi kandungannya memang terlalu berat bagi kulit Anda. Saat ini di pasaran sudah ada begitu banyak merk sunscreen dengan range harga bermacam-macam. Pilihlah suncreen tipe lotion dengan bahan seringan air. Juga, jangan lupa cuci muka dan reapply setiap beberapa jam.

Jika benar menggunakannya, sunscreen malah bisa melindungi dari terik matahari yang kaya UVA dan bisa memicu jerawat. Bekas-bekas hitam pun akan lebih cepat sembuh!

Mitos Sunscreen #2 Tidak Dibutuhkan oleh Anda yang Berkulit Gelap

Mitos ini bermula dari karakter kulit orang kulit gelap yang memang kaya melanin. Ini berarti, orang berkulit gelap memiliki 30% risiko lebih rendah untuk terserang kanker kulit, dan juga menangkal radikal bebas.

Tapi efek pemanasan global, perubahan iklim, dan lain sebagainya membuat pemakaian sunscreen jadi tidak pandang bulu. Apalagi, kulit gelap sangat rentang terserang hiperpigmentasi yang mengakibatkan bintik-bintik di area mata. Bekas jerawat atau iritasi pun jadi lebih susah hilang jika Anda berkulit gelap dan tidak memakai sunscreen.

Mitos Sunscreen #3 Semua Sunscreen Cocok untuk Semua Orang

Pada faktanya, semua sunscreen di pasaran terbagi menjadi beberapa jenis untuk kepentingan yang berbeda-beda.

Misalnya, jika Anda akan menantang matahari dengan kadar terik sedang dan memiliki kulit berminyak, gunakan chemical sunscreen. Bisanya, chemical sunscreen berwujud gel atau lotion dan terasa ringan di kulit.

Sebaliknya, physical sunscreen yang kadang disebut sunblock amat cocok bagi pemilik kulit kering yang membutuhkan perlindungan ekstra. Sisi buruknya, physical sunscreen rentan meninggalkan bekas putih alias whitecast.

Mitos Sunscreen #4 Tidak Bisa Kedaluwarsa

Sunscreen masih sama dengan kemasan skincare lainnya. Dalam jangka waktu tertentu, formulasi tertentu di dalamnya bisa kadaluwarsa dan tidak membawa efek apa-apa bagi kulit Anda. Karena itu, selalu beli produk asli dan baca baik-baik tanggal di kemasan produk.

Sunscreen yang sudah kedaluwarsa tidak hanya tidak membawa efek bagi kulit Anda. Paling parah, bahan kimia di dalamnya yang sudah keburu expired berkembang menjadi biang jerawat!

Mitos Sunscreen #5 Produk Makeup atau Pelembap ber-SPF Sudah Cukup

Banyak yang menganggap sepanjang produk kosmetik atau pelembap sudah menerakan angka SPF 15 ke atas, masalah Anda akan beres. Sayangnya, anggapan ini kurang betul.

Matahari bukan hanya panas, tapi juga mengandung UVA dan UVB yang sangat membahayakan bagi kulit dalam jangka panjang. Tanpa proteksi yang mumpuni, bisa-bisa kulit Anda menua sebelum waktunya. Jadi, biasakan untuk selalu menggunakan sunscreen setiap hari.

Nah, sudah paham mana saja mitos suncscreen yang tidak perlu dipercayai, kan? Semua fakta di atas sudah melalui telaah oleh para ahli kulit di seluruh dunia. Sehingga, Anda tidak perlu merasa risau akan mana yang benar lagi.